Kata
Aku duduk bergurau dengan khayal
Ku ajak khayalku menatap masa depan
Kulihat disekelilingku akan banyak kera
Dan segala macam binatang
Aku hidup di hutan yang kejam
Menikam, menghisap dan membantai
Rumahku menjadi ruang pertama yang membahayakan
Cinta tak lagi berharga
Jiwa-jiwa sudah lenyap pergi
Mencari buah buah yang tersisa
Sebab sudah tidak ada pohon yang tumbuh
Sebab tanahnya terbuat dari beton
Aku melihat diriku
Menatap masa bahagiaku
Duduk di depan beranda dengan segelas kopi
Digubuk kecil milik peresiden
Aku yang sedang menatap masa depan yang suram
Kata
Ingin ku putar waktu, kembali ke masa itu. Masa dimana hanya bahagia yang ku rasa. Masa sebelum ku mengetahui betapa kerasnya dunia ini.
Kata
Aku menjauh, karena aku mengetahui satu kenyataan tentang dirimu. Dan kau menjauh karena "mungkin" kau merasa aku menjauhimu. Dan sekarang, kau sudah bahagia, sedangkan aku tetap tertekan. Butuh dari sekedar berani hanya untuk mengucapkan “hai” padamu. Tapi tak apa. Memang aku yang memilih pergi terlebih dahulu.
Kata
Perjalanan panjang melelahkan, Dinaungi sisa awan habis hujan, Langkah mantap menatap dunia. Tertinggal keringat perjuangan kemarin
Yang bau semerbak kenangan, keluhan, tangisan, cacian, ejekan,
senyum kesombongan, dan kemunafikan. Kulihat kesetiaan
Rangkulan hangat, Ternyata mengiringi
Dari polar yang berbeda, Kembalinya sang waktu, Memuja keindahan perbedaan
Kontras yang mengagumkan, Dari orang-orang majemuk, Yang tawanya lantang
Cobalah nikmati ... Kekalahan ini
Kata
Lirik lagu
begitu mudahnya memancing kemarahan
hanya karena salah paham
kita boleh berbeda, kita memang tak pernah sama
meskipun berbeda tapi kita harus tetap utuh
redam semua amarahmu
jangan sampai kau ditaklukkan dengan nafsumu sendiri
tolong tahan emosimu
tak perlu diungkapkan dengan kekerasan
dan cobalah hadapi dengan hati yang dingin
begitu indahnya perbedaan
bila kita bisa merangkai berjuta nada menjadi melodi
kita bebas berpendapat
kita bisa bicara apa saja tanpa saling menyakiti, saling memahami
redam semua amarahmu
jangan sampai kau ditaklukkan dengan nafsumu sendiri
tolong tahan emosimu
tak perlu diungkapkan dengan kekerasan
dan cobalah hadapi dengan hati yang dingin, hati yang dingin
redam semua amarahmu
jangan sampai kau ditaklukkan dengan nafsumu sendiri
tolong tahan emosimu
tak perlu diungkapkan dengan kekerasan
redam amarahmu
redam semua amarahmu
jangan sampai kau ditaklukkan dengan nafsumu sendiri
tolong tahan emosimu
coba hadapi dengan hati yang dingin
Kata
Lirik lagu
Saat aku jauh dari dirimu
Membelah langit membelah lautan
Adakah engkau mendengar
Lagu rindu yang ku tulis untukmu
Betapa jarak waktu memaksa kita
Memaknai sebuah kata rindu
Adakah engkau mendengar
Doa-doaku di ruang batinmu
Aku akan bertahan untukmu
Menjaga semua janji ini
Doakan aku cepat kembali
Kan ku bawa sebentuk hati
Yang penuh dengan cinta
Hanya untuk dirimu
Ku titipkan engkau pada pemilik jiwa
Karena ku yakin dia kan menjaga
Asa yang aku tinggalkan
Pada lingkar janji kehormatanmu
Karena aku akan bertahan untukmu
Menjaga semua janji ini
Doakan aku cepat kembali
Kan ku bawa sebentuk hati
Yang penuh dengan cinta
Hanya untuk dirimu
Karena aku akan bertahan untukmu
Menjaga semua janji ini
Doakan aku cepat kembali
Kan ku bawa sebentuk hati
Yang penuh dengan cinta
Hanya untuk dirimu
Bila kau menungguku
Kata
Gak berasa udah ngederin lagu menerobos gelap nya Padi sebanyak 20 kali dan kopi yang gua minum udah gelas kedua sambil menatap hujan, ah..rasanya gua dapet sebuah kata kunci untuk diri gua sendiri..
Lagu ini menginspirasi diri gua sejak pertama kali diputar gua mendengarkan dengan seksama kalimat pada liriknya “tak kupertanyakan lagi, seperti waktu itu pernahku terjebak tanpa satu teman menemaniku”. inilah kunci bagi diri gua karena selama ini gua banyak bertanya, terlalu banyak pertanyaan dalam benak gua terutama bertanya kepada Tuhan.
Dan pada hari ini gua sudahi untuk tak lagi banyak bertanya, akan gua lakuin semua untuk dan karena Tuhan.